Kazuma melihat temannya itu
sedang membalikkan daftar menu makanan yang sedang dipeganggnya. Kazuma tau
temannya itu sebenanya tidak melihat bacaan yang ada di daftar menu itu. “pasti
dilembar itu ada secercak pemikirannya yang lain” sahut kazuma dalam hati.
Utamara tidak menyadari temannya itu dari tadi sedang memperhatikannya. Tentu
saja dengan mudah Kazuma bisa membaca pikiran Utamara. Kazuma hanya bisa
membiarkan temannya itu terlarut dalam lamunnya. Tak lama Kazuma melihat ada
pelayan yang baru keluar dari sebuah ruangan yang tertutup untuk penggunjung.
“haaa…” ucap kazuma sambil
kebingungan , matanya tertuju kea rah pelayan yang sedang berdiri itu.
Kazuma memperhatikan terus
kearah gadis itu, tidak salah lagi, gadis itu … Akiko Chan
“uta !, uta ! uta !” panggil
kazu dengan sigap
Tetapi utamara masih sangat
bermanja dengan lamunannya itu,kazuma tau apa yang sedang di lamunkan oleh
utaamara, dia tidak menyadari orang yang sedang berada dalam lamunanya itu
serang ini berada didekatnya.
“utaaaaaaaa!!!!!!” panggil
sekali lagi kazu dengan tangan yang siaga memukul utamara
“apaaa ?” utamara tersentak
kaget
“lihat”
“apa?” utamara melonjak marah
Kazuma melihat temannya itu
sedang membalikkan daftar menu makanan yang sedang dipeganggnya. Kazuma tau
temannya itu sebenanya tidak melihat bacaan yang ada di daftar menu itu. “pasti
dilembar itu ada secercak pemikirannya yang lain” sahut kazuma dalam hati.
Utamara tidak menyadari temannya itu dari tadi sedang memperhatikannya. Tentu
saja dengan mudah Kazuma bisa membaca pikiran Utamara. Kazuma hanya bisa
membiarkan temannya itu terlarut dalam lamunnya. Tak lama Kazuma melihat ada
pelayan yang baru keluar dari sebuah ruangan yang tertutup untuk penggunjung.
“haaa…” ucap kazuma sambil
kebingungan , matanya tertuju kea rah pelayan yang sedang berdiri itu.
Kazuma memperhatikan terus
kearah gadis itu, tidak salah lagi, gadis itu … Akiko Chan
“uta !, uta ! uta !” panggil
kazu dengan sigap
Tetapi utamara masih sangat
bermanja dengan lamunannya itu,kazuma tau apa yang sedang di lamunkan oleh
utaamara, dia tidak menyadari orang yang sedang berada dalam lamunanya itu
serang ini berada didekatnya.
“utaaaaaaaa!!!!!!” panggil
sekali lagi kazu dengan tangan yang siaga memukul utamara
“apaaa ?” utamara tersentak
kaget
“lihat”
“apa?” utamara melonjak marah
“lihat didekat pintu itu”
kazuma memberi arahan
“lihat didekat pintu itu”
kazuma memberi arahan
Utamara melihat perlahan, ia
melihat seorang gadis berambut panjang itu sedang berbicara dengan salah satu
rekannya. Utamara tersontak kaget dan tersadar dari lamunannya
“ii…ituuu…” Akiko Arashi
Utamara kaku melihat seorang
yang selama ini dirindukannnya sekarang berada satu lokasi dengannya. Dekat
sangat dekat, membuat jantung kazuma kembali berdegup dua kali lebih cepat.
“ahhh tidak, kau membuat aku
kehilangan kendali lagi Akiko”ucap utamara berbisik..
Utamara tidak dapat
mengendalikan lagi dirinya untuk tetap diam ditempat memandangi Akiko. Hatinya begitu
sesak jika tidak segera dekat dengan gadis itu
“heiii Akiko arashiiiiiiiiii”
panggil utamara
Utamara melihat perlahan, ia
melihat seorang gadis berambut panjang itu sedang berbicara dengan salah satu
rekannya. Utamara tersontak kaget dan tersadar dari lamunannya
“ii…ituuu…” Akiko Arashi
Utamara kaku melihat seorang
yang selama ini dirindukannnya sekarang berada satu lokasi dengannya. Dekat
sangat dekat, membuat jantung kazuma kembali berdegup dua kali lebih cepat.
“ahhh tidak, kau membuat aku
kehilangan kendali lagi Akiko”ucap utamara berbisik..
Utamara tidak dapat
mengendalikan lagi dirinya untuk tetap diam ditempat memandangi Akiko. Hatinya begitu
sesak jika tidak segera dekat dengan gadis itu
“heiii Akiko arashiiiiiiiiii”
panggil utamara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar