Utamara Kaminaga mendapati dirinya sedang menghirup udara segar pagi hari ditaman Ueno, salah satu taman terkenal di kota Tokyo. Suasana hatinya
berubah ketika menghembuskan nafas, berharap akan selalu seperti itu
seterusnya. Setelah beberapa bulan meninggalkan lapangan Hisoka hatinya selalu
meresa perih karena lama tak berjumpa dengan gadisnya. Atau bisa disebut calon
gadisnya.
Sudah empat bulan terakhir utamara menyaksikan hatinya tak stabil.
Karena gadis tinggi berambut hitam itu masuk ke salah satu club tenis yang
dibentuk oleh Kei Kaminaga, ayahnya Utamara.
Hatinya selalu merasa aneh ketika melihat gadis itu , perasaannya
selalu bercampur aduk. Antara senang juga takut. Utamara selalu senang berada
satu lapangan bersama gadis itu. Tetapi hatinya juga merasa takut gadis itu
tidak menyukainya. Yang ada dalam pikiran Utamara hanyalah gadis itu.. dia
yakin suatu hari nanti bisa mendapatkan gadis itu.
“hei Uta, !!”, sahut pria kekar dan itu memanggilnya.
(utamara
tersadar dari lamunan), “Hei Kazuma , hampir saja kau membuat jantungku sebentar
lagi dibawa ke ruang gawat darurat di rumah sakit !”
“bukankah jantungmu memang
empat bulan terakhir ini tidak stabil? Sahutnya datar”
“umm..apa tidak ada
pembicaraan lain Kazuma?” sambil mengangkat sebelah alis
“apakah tidak ada hal yang
menarik selain ini Uta ?”
“uta ? apa maksudmu
memanggilku dengan sahutan seperti itu ?” suara Utamara meninggi
“hei ayolah pangeran musim
gugur, gunakan waktu liburmu untuk bersenang senang, kau tidak perlu khawatir,
gadis itu akan baik baik saja selama
ayahnya selalu berada didekatnya” tawa Kazuma
“baiklah, apakah ada
seseorang yang berniat mentraktirku minum segelas kopi dan pancake di caffe
sebelah taman ini” Utamara mengalihkan pembicaraan.
“ohh Tuhan!! Apakah harus aku
?” resah Kazuma. “baiklah tidak ada suasana yang lebih baik selain melihat
pangeran musim gugur selalu tersenyum”
“tidak ada momen yang paling
menyenangkan ketika sahabatku selalu mentraktirku minum” kekeh utamara
“dan kusebut itu hutang”
datar suara Kazuma
“hahahha ayolah teman,
berbagi itu lebih baik” Utamara tersenyum
“ya sudah ayo… aku ingin
cepat kembali ke rumah setelah ini”
“tidakkah kau menjumpai
pacarmu hari ini ?” Tanya Utamara
“ah itu.. dia sedang pergi ke
Korea untuk seminggu ini”
“kuharap kau baik baik saja
teman” Utamara berkata sambil melangkahkan kakinya untuk pergi”
“yah kurasa aku akan baik
baik saja selama kami masih berkomunikasi” Kazuma langsung mengikuti Utamara.

“Permisi pak Nakimura, maaf
saya terlambat tiga puluh menit”
“Hei Akiko sudah berapa kali
saya katakan kepadamu untuk datang ke caffe lebih awal”
“maaf pak, tadi saya telat
naik kereta pertama” kata Akiko sambil mengatur napas
“ingat sekali lagi Akiko, kau
pegawai kami yang paling tidak disiplin, sudah berapa kali kau terlambat sejak
setahun ini, kami selalu mencatat pegawai yang terlambat setiap harinya” suara
Nakimura meninggi
“maaf pak saya tidak akan
mengulangi untuk kesekian kalinya” resah Akiko
“ya sudah sekarang ganti
pakaianmu dengan seragam kerja”
“baik pak” kesal Akiko
–memalingkan wajahnya
Nakimura beranjak dari tempat
Akiko berdiri dengan wajah yang sinis. Terlihat seperti pria sudah terbiasa
memerintah tetapi tidak pernah diperintah. Wajahnya yang seperti pemeran Antagonis,
membuat semua pegawai di caffenya tidak pernah berkeinginan untuk berbicara
padanya. Hanya Akiko yang masih mempunyai keberanian untuk berbicara dengan
bosnya itu. Akiko berharap disetiap alur hidupnya akan selalu lurus. Tetapi dia
tidak mendapati kenyataan itu. Apakah setiap harinya dia harus mendapati omelan
omelan dan seruan dari orang terdekat . “ayo semangat Akiko chan, suatu hari
nanti mereka yang akan memberikanku makanan di atas meja” ucap akiko didalam
hati.
Akiko melangkahkan kakinya ke
ruang ganti pakaian..masih bertabur kesal dihatinya.
“Akiko chan!” terdengar suara
seorang wanita memanggilnya
“ahh Sakura” mata Akiko
melebar ketika dia melihat sahabatnya
“kau terlambat lagi Akiko ?”
ucap Sakura sambil memakai memakai topi kerjanya
“yah begitulah , seperti
biasa sakura” suara Akiko datar, sembari memasukkan tasnya kedalam loker.
“bukankah semua pegawai
dikatakan hal yang sama setiap harinya hahaha”
“apa maksudmu sakura ?”
“setiap hari semua pegawai
dikatakan terlambat oleh pak Nakimura”
“benarkah begitu ?” balas
spontan Akiko
“tentu saja, walaupun
sebanarnya kaulah yang paling fatal untuk kasus seperti ini” gumam sakura
“hahaha aku mengerti,
bukankah aku adalah calon pegawai terbaik di caffe ini” canda Akiko
“hmm setidaknya menjadi juara
pegawai terlambat untuk setiap tahunnya”
“ah tidak tidak, kau akan
mendapatkan kenyataan itu sakura chan”
“aku akan melihatnya nanti,
sekarang gantilah pakaianmu dulu sayang”
“baiklah aku mau mengganti
pakaian dulu” kata akiko
“ok dear, aku menunggumu
didepan” sahut sakura
Hati Akiko merasa senang setelah
bertemu dengan sahabatnya , tidak jarang para rekan pegawai yang lain
mengatakan mereka kembar. Banyak sekali pengalaman yang telah mereka lewati
bersama. Akiko berharap ia akan selalu bersama sahabatnya itu selamanya.