Welcome

Welcome to Oya blog..... Thank's to visit...! Jangan lupa? tinggalkan komentar anda...^_^

Sora Kurai


Utamara Kaminaga mendapati dirinya sedang menghirup udara segar pagi hari ditaman Ueno, salah satu taman terkenal di kota Tokyo. Suasana hatinya berubah ketika menghembuskan nafas, berharap akan selalu seperti itu seterusnya. Setelah beberapa bulan meninggalkan lapangan Hisoka hatinya selalu meresa perih karena lama tak berjumpa dengan gadisnya. Atau bisa disebut calon gadisnya.
Sudah empat bulan terakhir utamara menyaksikan hatinya tak stabil. Karena gadis tinggi berambut hitam itu masuk ke salah satu club tenis yang dibentuk oleh Kei Kaminaga, ayahnya Utamara.
Hatinya selalu merasa aneh ketika melihat gadis itu , perasaannya selalu bercampur aduk. Antara senang juga takut. Utamara selalu senang berada satu lapangan bersama gadis itu. Tetapi hatinya juga merasa takut gadis itu tidak menyukainya. Yang ada dalam pikiran Utamara hanyalah gadis itu.. dia yakin suatu hari nanti bisa mendapatkan gadis itu.
“hei Uta, !!”, sahut pria kekar dan  itu memanggilnya.
(utamara tersadar dari lamunan), “Hei Kazuma , hampir saja kau membuat jantungku sebentar lagi dibawa ke ruang gawat darurat di rumah sakit !”
“bukankah jantungmu memang empat bulan terakhir ini tidak stabil? Sahutnya datar”
“umm..apa tidak ada pembicaraan lain Kazuma?” sambil mengangkat sebelah alis
“apakah tidak ada hal yang menarik selain ini Uta ?”
“uta ? apa maksudmu memanggilku dengan sahutan seperti itu ?” suara Utamara meninggi
“hei ayolah pangeran musim gugur, gunakan waktu liburmu untuk bersenang senang, kau tidak perlu khawatir, gadis itu akan  baik baik saja selama ayahnya selalu berada didekatnya” tawa Kazuma
“baiklah, apakah ada seseorang yang berniat mentraktirku minum segelas kopi dan pancake di caffe sebelah taman ini” Utamara mengalihkan pembicaraan.
“ohh Tuhan!! Apakah harus aku ?” resah Kazuma. “baiklah tidak ada suasana yang lebih baik selain melihat pangeran musim gugur selalu tersenyum”
“tidak ada momen yang paling menyenangkan ketika sahabatku selalu mentraktirku minum” kekeh utamara
“dan kusebut itu hutang” datar suara Kazuma
“hahahha ayolah teman, berbagi itu lebih baik” Utamara tersenyum
“ya sudah ayo… aku ingin cepat kembali ke rumah setelah ini”
“tidakkah kau menjumpai pacarmu hari ini ?” Tanya Utamara
“ah itu.. dia sedang pergi ke Korea untuk seminggu ini”
“kuharap kau baik baik saja teman” Utamara berkata sambil melangkahkan kakinya untuk pergi”
“yah kurasa aku akan baik baik saja selama kami masih berkomunikasi” Kazuma langsung mengikuti Utamara.
 


“Permisi pak Nakimura, maaf saya terlambat tiga puluh menit”
“Hei Akiko sudah berapa kali saya katakan kepadamu untuk datang ke caffe lebih awal”
“maaf pak, tadi saya telat naik kereta pertama” kata Akiko sambil mengatur napas
“ingat sekali lagi Akiko, kau pegawai kami yang paling tidak disiplin, sudah berapa kali kau terlambat sejak setahun ini, kami selalu mencatat pegawai yang terlambat setiap harinya” suara Nakimura meninggi
“maaf pak saya tidak akan mengulangi untuk kesekian kalinya” resah Akiko
“ya sudah sekarang ganti pakaianmu dengan seragam kerja”
“baik pak” kesal Akiko –memalingkan wajahnya
Nakimura beranjak dari tempat Akiko berdiri dengan wajah yang sinis. Terlihat seperti pria sudah terbiasa memerintah tetapi tidak pernah diperintah. Wajahnya yang seperti pemeran Antagonis, membuat semua pegawai di caffenya tidak pernah berkeinginan untuk berbicara padanya. Hanya Akiko yang masih mempunyai keberanian untuk berbicara dengan bosnya itu. Akiko berharap disetiap alur hidupnya akan selalu lurus. Tetapi dia tidak mendapati kenyataan itu. Apakah setiap harinya dia harus mendapati omelan omelan dan seruan dari orang terdekat . “ayo semangat Akiko chan, suatu hari nanti mereka yang akan memberikanku makanan di atas meja” ucap akiko didalam hati.
Akiko melangkahkan kakinya ke ruang ganti pakaian..masih bertabur kesal dihatinya.
“Akiko chan!” terdengar suara seorang wanita memanggilnya
“ahh Sakura” mata Akiko melebar ketika dia melihat sahabatnya
“kau terlambat lagi Akiko ?” ucap Sakura sambil memakai memakai topi kerjanya
“yah begitulah , seperti biasa sakura” suara Akiko datar, sembari memasukkan tasnya kedalam loker.
“bukankah semua pegawai dikatakan hal yang sama setiap harinya hahaha”
“apa maksudmu sakura ?”
“setiap hari semua pegawai dikatakan terlambat oleh pak Nakimura”
“benarkah begitu ?” balas spontan Akiko
“tentu saja, walaupun sebanarnya kaulah yang paling fatal untuk kasus seperti ini” gumam sakura
“hahaha aku mengerti, bukankah aku adalah calon pegawai terbaik di caffe ini” canda Akiko
“hmm setidaknya menjadi juara pegawai terlambat untuk setiap tahunnya”
“ah tidak tidak, kau akan mendapatkan kenyataan itu sakura chan”
“aku akan melihatnya nanti, sekarang gantilah pakaianmu dulu sayang”
“baiklah aku mau mengganti pakaian dulu” kata akiko
“ok dear, aku menunggumu didepan” sahut sakura
Hati Akiko merasa senang setelah bertemu dengan sahabatnya , tidak jarang para rekan pegawai yang lain mengatakan mereka kembar. Banyak sekali pengalaman yang telah mereka lewati bersama. Akiko berharap ia akan selalu bersama sahabatnya itu selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar