Akiko merasa dadanya begitu sesak karena kepadatan
pengunjung yang berada di café itu. Kebisingan pagi hari sudah menjadi kebtuhan
permanen yang harus dihadapi Akiko setiap harinya. Terlebih lagi gajinnya bulan
ini belum diberikan oleh pak Nakimura. Tentu saja itu membuat Akiko lebih tidak
ikhlas mengerjakan tugas tugasnya. Ditengah kebisingan yang terjadi di café itu
Akiko mendengar suara seseorang yang tengah memanggilnya. Akiko mencari bunyi
suara itu. Kepalanya berbalik kearah belakang melihat seorang pria sedang
mengacungkan tangan di meja makan layaknya seperti guru yang sedang memberika
pertanyaan pada mahasiswanya. Akiiko mencoba mengenali raut wajah pria itu. Sedikit
menyipitkan mata Akiko akhirnya mengenal sosok itu.
“Utamara Kaminaga” balas Akiko menyapanya dengan senyum
kecil yang tersungging dibibirnya
Akiko langsung beranjak dari tempatnya berdiri dan
menghampiri meja pria itu.
“hei Utamara” panggil akiko sambil menjabat tangan
“halo Akiko , lama tidak bertemu , bagaimana kabarmu ?”
utamara mengulurkan tangannya dan menyentuh tangan akiko, betapa kencangnya
degup jantung Utamara ketika menyentuh tangan gadis itu
“tentu saja kabarku baik” senyum menghiasi wajah akiko.
Dan melepas jabatan tangan utamara
“hei kau kerja disini Akiko Chan?” ucap seorang pria
yang sedang uduk berhadapan dengan Utamara
“Kazuma, kau ada disini, ahhh aku tidak menyadari
keberadaanmu” risah Akiko
“hahaha tidak perlu bicara begitu, aku mengerti itu “
ucap kazuma
“apa ? aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan kazu”
“hei tidakkah kau membuat pancake isi coklat dan kopi
vanilla untuk kami berdua” ucap Kazuma
“ohh baiklah pelangganku, aku akan segera membuatnya !!
hei Utamara mengapa kau diam saja, apa kau juga memsan menu yang sama ? “ Tanya
akiko
“ahh ,, iii.. yaaa.. aku juga memsan menu yang sama”
nada Utamara bergetar tampak sekali ia sedang grogi menghadapi Akiko
“oke pancake isi coklat dan kopi vanilla untuk dua
orang, apa ada yang bisa dibantu lagi pelangganku ?”
“emm tusuk giginya jangan lupa ya” canda kazuma dan
membuat Akiko tertawa tetapi tidak untuk utamara yang sedang berada dalam
lamunan melihat wajah gadis itu.
“tampaknya kau tidak membutuhkan tusuk gigi untuk menu
ini kazu hahaha”
“yaaa…cepatlah buatkan untuk kami, lambungku sudah
memberontak”
“siaappp pelanggan” sergap akiko sembari melangkah
kedapur dengan penuh senyum dan semangat.
****
“hei Utamara, apa yang sedang kau pikirkan ?”
Utamara tetap diam , matanya masih fokus pada Akiko
yang sedang beranjak pergi dari meja tampat mereka duduk
“Heiiii uta……..” suara Kazuma meninggi
Lagi lagi Utamara tersentak dibuatnya.
“sudah berapa kali hari ini kau membuatku kaget Kazuma”
bentak Utamara
“tentu saja bukan aku yang mengkagetkanmu,kau sendiri
yang terus melamun akhir akhir ini”
“ya,, kau bnar Kazuma, aku memang sering memikirkan gadis
tadi akhir akhir ini, haa.. tapi aku benar benar tak menduganya, aku bisa
bertemu dengan gadis itu hari ini , disini , di kafe ini , bersebelahan dengan
taman favoritku”
“hemm,, lalu apa kau memiliki rencana ?” lontak Kazuma
dengan kening agak sedikit mengerut
“aku tidak punya rencana apa apa, tapi aku akan
mempunyai kebiasaan”
“kebiasaan apa itu?” Kazuma semakin penasaran
“hahaha tentu saja setiap libur atau hari Minggu pagi
aku akan pergi ketaman Ueno dan sekitar jam 10 aku akan berkunjung ke café ini”
“ahh tidak, lalu apakah kau akan memintaku setiap saat
untuk mentraktirmu disni ?”
“ahh sunggu aku tidak kepikiran tantang hal itu, tapi
baiklah, terimakasih atas tawaranmu Kazuma”
“woooo sabar teman , itu buka tawaran untuk mu”
“soooo?”
“tentu saja tak akan ku traktir kau lagi Utamara,
kekasihku saja jarang sekali aku traktir,apalagi kau”
“hahahaha tidakkah sahabat lebih indah dari pada pacar?”
“hei kau bisa mengatakan hal seperti itu, tapi kau bisa
rasakan ananti ketika kau sudah mendapatkan Akiko”
“maksudmu ?” ucap Utamara bingung
“yah kau bisa mengucapkan hal demikian seperti tadi,
tetapi ketika kau sudah memiliki keksasih kau pasti akan emluagkan waktumu yang
banyak itu untuk kekasihmu dari pada sahabamu sendiri”
“hmm mungkin, tapi kenapa kau begitu banyak meluangkan
waktumu untukku dari apada keksaihmu ?”
“hmm itu karena dia selalu sibuk, entahlah tapi aku
tetap mempercayainya”
“hahaha semoga kau baik baik saja teman”
“seharusnya aku yang mengatkan itu untukmu baka”
“hahaha kenapa teman ?”
“karena kau selalu melamun akhir akhir ini, karena
gadis itu”
“benar juga tapi aku rasa , ini hanya sementara”
“hahahahha lucu sekali kau ini Utamara”
Mata Utamara melihat kearah pintu itu dia melihat
sesosok gadis yang sedari dia tunggu untuk kembali
“hei Kazuma sepertinya gadisku sudah kembali”
“tepatnya calon gadismu Utamara” ucap Kazuma meyindir
****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar